Villakartu adalah Link Alternatif Villakartu website penyedia game kartu online seperti poker online, domino qq capsa susun, ceme online, sakong online dll dengan penggabungan beberapa server yang terkenal.

HOT!! VILLAKARTU :

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 10 Agustus 2019

SAKIT MENYAYAT BADAN DEMI TRADISI VILLAKARTU

Mengintip Tradisi 'Manusia Buaya' di Papua Nugini



Berbatasan langsung dengan Provinsi Papua, Papua Nugini merupakan salah satu negara yang paling sedikit dijajah. Negara yang memiliki 850 bahasa lokal ini juga menyimpan beragam tradisi menarik dari salah satu suku asli Papua Nugini, yakni suku Chambri.

Di sini, para pria memberikan penghormatan kepada buaya. Caranya adalah dengan menyayat kulit mereka agar mirip seperti sisik buaya. Suku ini memang sangat mengagungkan buaya. Mereka percaya bahwa buaya merupakan leluhurnya yang kemudian berevolusi menjadi manusia. 

Dilansir Daily Mail, hanya kepala suku yang boleh menyayat kulit laki-laki Suku Chambri. Sebelum dimulai, terlebih dahulu mengadakan ritual tarian dan doa-doa. Kemudian barulah proses penyayatan ini dimulai.
Kulit mereka disayat beberapa kali dibeberapa bagian. Dalam penyembuhannya akan meninggalkan bekas luka yang nantinya menyerupai sisik buaya. 
.
Para pemimpin suku membuat sayatan sepanjang 2 cm kepada laki-laki dari usia 11 hingga 30 tahun. Untuk meredakan rasa sakit biasanya mereka megunyah sebuah tanaman. Diyakini juga tanaman itu akan membuat mereka kuat dikemudian hari.

Tradisi ini memiliki arti sebagai bentuk peralihan seorang anak laki-laki menjadi pria. Selain itu, hal ini juga menandakan kedewasaan sekaligus sebagai penghormatan pada buaya yang dianggap sebagai leluhurnya. Tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu ini rupanya pernah memakan korban. Penyebabnya adalah tak kuat menahan rasa sakit ataupun karena kehabisan darah.

Papua Nugini merupakan salah satu negara yang memiliki tradisi dan budaya yang hampir sama dengan kebudayaan suku- suku di Indonesia.

Suku Chambri yang berada di Papua Nugini mempunyai tradisi unik untuk memberikan penghormatan, yaitu dengan cara menyayat kulit mereka agar mirp seperti sisik buaya.

Penduduk suku ini sangat memuja hewan reptil ini. Mereka menganggap buaya sebagai hewan spiritual dan simbolis.

Hanya kepala suku yang boleh menyayat kulit laki-laki Suku Chambri. Sebelum dimulai, terlebih dahulu mengadakan ritual tarian dan doa-doa.

Tradisi ini sendiri konon katanya sudah mereka lakukan sejak zaman dulu.

Biasanya, tradisi ini akan dilakukan ketika seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, dan akan terus dilakukan setiap tahun hingga usia mereka mencapai 25 tahun.

Kulit mereka akan disayat sepanjang 2 cm, dilakukan berulang hingga membentuk pola mengalir di punggung, lengan, dada, dan bokong mereka untuk menampilkan imitasi tubuh buaya.

Tak heran, jika tak sedikit juga ada yang meninggal karena kehabisan darah dan tidak tahan dengan rasa sakitnya setelah melakukan tradisi ini.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman